Authors

 
Drs. Hiskia Achmad

Drs. Hiskia Achmad dilahirkan di Timor pada tahun 1932. Diterima se-bagai mahasiswa di FIPIA (Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam), Universitas Indonesia di Bandung dan lulus dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1962 dengan mata pelajaran utama Kimia Anorganik dan mata pelajaran tambahan Kimia Fisika dan Mineralogi. Sejak itu penulis menjadi staf pengajar di Kimia ITB dan sebelumnya diangkat sebagai Asisten Tingkat II (pegawai negeri) pada tahun 1959─1962. Pada tahun 1966─1967 penulis mengikuti International Post- graduate Program in Chemistry and Chemical Engineering di Tokyo Institute of Technology dan memperoleh Diploma dalam bidang Analytical Chemistry and Chemical Education. Selain sebagai pengajar di ITB, penulis juga dosen luar biasa di Universitas Katolik Parahyangan Bandung (sampai tahun 2003) dan di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2012. Pada tahun 1964─1966 dan 1969─1999 (hingga satu tahun setelah pensiun) penulis bertanggung jawab sebagai Koordinator Kimia Dasar ITB. Selain mata kuliah Kimia Dasar di ITB, sebelum pensiun penulis juga mengajar mata kuliah Kimia Analitik, Kimia Anorganik, dan Kimia Lingkungan. Pada tahun 1997 penulis dipercaya sebagai Honorary Vice President International Youth Science Forum, suatu forum di mana siswa-siswa dari 60 negara di dunia berkumpul di London untuk terlibat dalam kegiatan yang terkait dengan sains, termasuk berinteraksi dengan ilmuwan yang menonjol di tingkat internasional. Penulis terlibat dalam penyusunan kurikulum 1984, 1994, dan 2004, dan menjadi anggota penulis paket buku pertama untuk mata pelajaran Kimia SMA. Perhatiannya penulis terhadap pendidikan kimia amatlah besar yang ditunjukkannya dengan mengikuti secara teratur seminar pendidikan kimia di mancanegara. Penulis dipercaya sebagai konsultan dalam penataran guru Kimia pada 1979─1990 dengan Koordinator Pendidikan D-3 Guru Kimia di Institut Teknologi Bandung 1985─1993. Hingga saat ini secara teratur penulis memberikan ceramah dan demo kimia kepada siswa-siswa di ber-bagai tempat di Indonesia untuk meningkatkan motivasi dalam sains khususnya ilmu kimia mulai dari Sibolga di barat hingga Ambon di timur, dari Tomohan di utara hingga Kupang di selatan (tidak kurang dari 16 provinsi dan dua kali di Timor Leste). Hingga saat ini tidak kurang dari 85.000 siswa yang meng-ikuti kegiatan demo kimia ini. * * * * * *