Authors

 
Yudi Kristiana

RIWAYAT PENULIS Yudi Kristiana, lahir di Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah,tanggal 15 Oktober 1971. Penulis menamatkan sekolah di SD Negeri Dawung III, SMP Negeri I Jumantono, dan SMA Negeri I Karanganyar. Tahun 1990 selepas dari SMA melanjutkan studi S-1 FPBS Jurusan Bahasa Inggris IKIP Yogyakarta, tetapi hanya satu tahun karena tidak ingin hidup susah seperti bapaknya yang berprofesi sebagai guru SMP. (Namun belakangan setelah menjadi jaksa justru ingin kembali melanjutkan cita-citanya yang terputus, yaitu menjadi guru/dosen). Pada tahun 1991 masuk Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret dan lulus tahun 1995 dengan Konsentrasi Hukum Internasional dengan menulis skripsi dengan judul Usaha PBB untuk Menegakkan Kembali Demokrasi di Haiti di bawah bimbingan Prof. GPH. Haryomataram, S.H. Pada tahun 1997 penulis diangkat sebagai calon jaksa dan ditugaskan pertama kali di Direktorat Prodsarin Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Pada tahun 1998 mengikuti seleksi Program Jaksa S-2 untuk yang pertama kalinya diselenggarakan kejaksaan. Program tersebut merupakan kerja sama Undip—Kejagung dan oleh karenanya dipindahtugaskan di Kejaksaan Negeri Semarang bidang intelijen. Pada tahun 2001 penulis lulus S-2 Undip konsentrasi Sistem Peradilan Pidana dengan judul tesis Independensi Kejaksaan dalam Penyidikan Tindak Pidana Korupsi dibawah bimbingan Prof. Dr. Loebby Loqman, S.H., M.H. Selepas S-2 penulis tetap bertugas di Kejari Semarang. Pada tahun 2002 sampai dengan tahun 2005 menjabat sebagai Kasubsi Korupsi Seksi Penyidikan Pidsus Kejati Jateng. Mulai 28 Maret 2005 dimutasikan ke Sulteng sebagai Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Luwuk di Pagimana sampai dengan sekarang. Dari semenjak dilantik menjadi jaksa, penulis lebih banyak menangani perkara korupsi daripada tindak pidana umum sehingga sering berbenturan dengan kepentingan-kepentingan politik yang terlembagakan dalam birokrasi kejaksaan. Oleh karena itu, pada tahun 2003 penulis pernah meminta izin kepada Jaksa Agung untuk melanjutkan studi di Program Doktor Ilmu Hukum Undip (meskipun tidak dijawab tertulis), tetapi pada tanggal 28 Maret 2005 dipindah ke Sulteng, padahal studi doktornya belum selesai. Hal ini tidak lain disebabkan oleh benturan kepentingan antara penulis dan atasan yang berbeda prinsip dalam kasus korupsi yang ditanganinya. Di tempat yang jauh dari sarana komunikasi inilah untuk memperingati setahun pembuangan, penulis merunut kembali naskah tesis S-2 untuk diterbitkan dalam bentuk buku. Sekarang penulis berusaha untuk menyelesaikan disertasi yang bertemakan tentang Rekonstruksi Birokrasi Penyidikan dan Penuntutan Tindak Pidana Korupsi di Kejaksaan dengan Pendekatan Penegakan Hukum Progresif. * * * * * *